Seharusnya Fitur Keselamatan Mobil Tidak Hanya Sabuk Keselamatan

    Home / Otomotif / Seharusnya Fitur Keselamatan Mobil Tidak Hanya Sabuk Keselamatan

Seharusnya Fitur Keselamatan Mobil Tidak Hanya Sabuk Keselamatan

0

Screenshot_14

Peralatan standard atau feature keselamatan mobil yang diharuskan di Indonesia masihlah termasuk minim. Bahkan juga bila dibanding dengan negara tetangga yang iklim otomotifnya tidaklah terlalu tidak sama meskipun.

Dalam Undang-undang No 22 Th. 2009 mengenai Lantas Lintas serta Angkutan Jalan Pasal 57 Ayat (3) dijelaskan kalau peralatan keselamatan sedikitnya terdiri atas sabuk keselamatan ; ban cadangan ; segitiga pengaman ; dongkrak ; pembuka roda ; helm serta rompi pemantul sinar ; dan perlengkapan pertolongan pertama.

Dari daftar itu, bisa diambil kesimpulan kalau feature keselamatan standard yang harus ada cuma sabuk keselamatan (seatbelt) saja. Walau sebenarnya di industri otomotif sendiri, perubahan feature keselamatan makin bermacam serta mutakhir.

Untuk PT Toyota Astra Motor (TAM), keadaan sekian mesti ditingkatkan. Telah waktunya untuk mengambil keputusan standard yang lebih tinggi untuk kendaraan-kendaraan baru.

” Bila berdasar pada ketentuan, wajibnya memanglah seatbelt saja. Itu mesti ditambahkan, ” tutur Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager Vehicle Sales Operation PT TAM dalam acara Safety Media Workshop yang dihelat di Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Menurut Soerjo, terkecuali seatbelt, feature keselamatan mobil idealnya juga airbag jadi feature standard. Yang harus itu harusnya yang terkait segera dengan nyawa. Item-item itu dapat ditambahkan. Sesaat yang lain seperti rear sensor mungkin saja penambahan saja, ” imbuhnya.

Atas argumen itu, Soerjo dengan cara pribadi sepakat bila pemerintah membuat revisi UU 22/2009. ” Mesti ada payung hukum untuk mengatur itu, ” paparnya.

Dengan ada ketentuan standard baru, harapannya beberapa feature keselamatan mobil bakal makin komplit, walau yang di jual yaitu mobil-mobil murah. Sampai kini, memanglah feature keselamatan berbanding lurus dengan harga. ” Jadi bila dapat bukanlah kendaraan premium saja, namun juga semuanya kendaraan, ” tutup Soerjo.

 

Sumber: http://otomotif.liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *