Sarana transportasi umum terburuk di dunia

    Home / Travel / Sarana transportasi umum terburuk di dunia

Sarana transportasi umum terburuk di dunia

0

Screenshot_232Umumnya orang pasti telah pernah memakai transportasi umum dalam kehidupannya. Di Indonesia, sebagian orang lebih pilih memakai alat transportasi sendiri seperti mobil atau motor lantaran mengeluhkan keadaan transportasi yang ada.

 

Sebagian argumen yang dikemukakan diantaranya lantaran lama ngetem, panas, berdesakan, serta ada banyak lagi. Namun sesungguhnya, ada yang jauh leih miris lagi, lho. Di bawah ini sebagian salah satunya.

 

  1. India

Bajaj India terliat seperti alat transportasi yang cukup ideal untuk perjalanan jarak dekat. Ukurannya yang kecil sangat mungkin kendaraan itu untuk masuk celah-celah kecil waktu berlangsung macet atau mesti melalui jalanan yang padat.

Sayangnya, beberapa supir kendaraan umum di India populer kasar, agresif, serta serakah. Sekian kali mereka kerap menipu beberapa turis yang tidak paham apa-apa dengan tarif yang begitu mahal. Mereka dikenal juga kerap membawa turis ke tempat yang jauh serta meninggalkan mereka di tepi jalan demikian saja bila memprotes mengenai pembayaran.

Bahkan juga sekurang-kurangnya 13 orang wafat tiap-tiap jam di jalanan Delhi yang repot. Belum lagi dengan kereta api yang tetap harus terisi penuh sesak sampai bergelantungan diluar kereta. Sudah pasti ini hal yang begitu membahayakan.

 

  1. Guatemala

Lakukan perjalanan di Guatemala dengan naik bis bakal memberi kesan yg tidak terlupakan. Namun bukanlah kesan yang baik, namun lebih berbentuk kesn mengerikan serta mungkin saja tambah baik lagi bila dapat dijauhi. Penyerangan pada bis serta motor yaitu permasalahan yang kerap nampak di jalanan.

Parahnya lagi, beberapa pelaku kerapkali membawa senjata api. Bis antar kota murah paling seing jadi tujuan pelaku kejahatan dan kerap alami kecelakaan fatal. Pada Desember 2009 saja, sekurang-kurangnya kian lebih 170 sopir dibunuh waktu berkendara di Guatemala.

 

  1. Bolivia

Di Bolivia ada satu kendaraan lokal yang dimaksud dengan micros. Micros berupa bis kecil yang dapat menyimpan sampai 24 penumpang. Cuma saja, kadang-kadang sopir bakal membawa kian lebih kemampuan yang semestinya serta penumpang dipaksa masuk berhimpitan seperti sarden.

Ngerinya lagi, micros terkadang akan tidak berhenti walau ada penumpang yang bakal naik hingga mereka sangat terpaksa melompat ke atas bus yang tetaplah jalan. Sopir Bolivia juga populer lewat cara menyetirnya yang ugal-ugalan serta tidak ingin kalah saing dengan sopir yang lain. Mereka bakal dengan seenaknya saja menyalip tanpa ada perduli keamanan penumpang.

 

  1. Bangladesh

Bangladesh juga mempunyai system transportasi yang dapat disebut miris. Pasalnya, bis kota yang ada di negara itu mempunyai keadaan yang sungguh memprihatinkan serta jauh dibawah kelayakan. Tubuh bis sangatlah rusak serta cuma ditambal dengan dempul. Belum lagi langkah menyetirnya yang jauh dari kata aman.

Naik becak di Bangladesh juga begitu murah serta condong memprihatinkan. Cuma 20 taka atau sekitaran 3 ribu rupiah walau sebenarnya jaraknya cukup jauh. Tata kota juga tak terstruktur dengan baik hingga jalan raya juga tampak semrawut.

 

  1. Tiongkok

Sebagian penumpang transportasi umum di Indonesia kadang-kadang mengeluhkan keadaan angkot, bis atau kereta api yang kotor, sesak, serta kadang-kadang bercampur beragam jenis aroma tak enak. Namun sekurang-kurangnya, hal itu tak separah dengan apa yang ada di Tiongkok.

Lantai kereta penuh dengan sampah serta kadang-kadang juga becek serta berlumpur. Wastafel yang semestinya bersih jadi penuh air serta puntung rokok. Kursi-kursi serta seprei di kereta malam juga demikian kotor serta kadang-kadang tampak terang ada bercak noda. Belum lagi dengan toilet yang kadang-kadang jadi tak disiram atau bahkan juga ada pula orang yang seenaknya buang air didalam kereta. Hal semacam ini lantaran orang-orang kadang-kadang tak perduli dengan apa pun, termasuk juga kebersihan.

Transportasi umum di Indonesia mungkin saja memanglah tampak kotor serta tak tertangani. Diluar itu supir yang ugal-ugalan bikin naik angkutan umum jadi pengalaman yang mengerikan. Namun itu belum apa-apa dibanding dengan apa yang ada di sebagian negara yang sudah dijelaskan tadi. Walau demikian, telah waktunya Indonesia juga butuh melakukan perbaikan system transportasi supaya orang-orang dapat berkendara dengan nyaman serta aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *