Sakit Perut Hamil 8 Bulan Sering Di Alami Ibu Hamil

    Home / Kesehatan / Sakit Perut Hamil 8 Bulan Sering Di Alami Ibu Hamil

Sakit Perut Hamil 8 Bulan Sering Di Alami Ibu Hamil

0

Sakit  perut hamil 8 bulan baik di bagian atas dan bagian bawah perut. Kebanyakan keluhan yang terjadi merupakan bagian dari kontraksi palsu untuk persiapan pembukaan jalan lahir bagi bayi. Sedianya rahim merupakan otot besar yang berada pada tatanan biologis seorang wanita.

Sakit Perut Hamil 8 Bulan Sering Di Alami Ibu Hamil

Saat proses kehamilan, lebih tepatnya ketika kontraksi terjadi, otot tersebut meregang secara alami begitu saja tanpa dapat disengaja bahkan oleh sang ibu sendiri. Apalagi oleh janin. Dengan terjadinya kontraksi tersebut, rahim akan mengalami proses meregang dan mengecil atau menyusut hingga serviks nantinya dapat terbuka dan mendorong bayi menuju ke saluran persalinan sehingga menyebakan sakit perut hamil 8 bulan.

Nah, kontraksi palsu yang mulai terjadi pada trimester ketiga kehamilan ini adalah tahapan menuju persalinan yang sesungguhnya.

Perlu diketahui bahwa sebenarnya kontraksi bisa saja terjadi di awal kehamilan. Yakni pada trimester pertama yang disebut juga dengan kontraksi dini. Kontraksi ini disebabkan oleh keadaan tubuh yang masih dalam tahap penyesuaian atas segala bentuk perubahan yang terjadi akibat proses kehamilan.

Meregangnya ligamen yang berada di sekitar rahim merupakan salah satu penyebabnya. Selain itu, biasanya diikuti pula dengan kondisi perut yang kembung, dehidrasi serta konstipasi. Beberapa diantaranya bahkan menimbulkan flek atau bercak darah. Jika terjadi hal ini, maka pemeriksaan lebih lanjut harus dilakukan untuk upaya penanganan sakit perut hamil 8 bulan.

Braxton Hics atau kontraksi palsu yang telah dijelaskan di atas, biasanya mulai terjadi di awal trimester ketiga atau pada kisaran usia 27 hingga 34 minggu. Dengan intensitas yang tidak pasti namun seringnya terjadi hingga 30 detik. Rasa dari kontraksi ini lebih seperti rasa keram ketika dalam keadaan menstruasi.

Kontraksi ini sebenarnya bisa pula menjadi penanda kehadiran kontraksi yang sebenarnya. Hal ini bisa ditandai dari interval terjadinya kontraksi. Jika kontraksi yang terjadi tidak bertambah kuat dan intervalnya memendek serta tidak lama, maka ini belum menjadi tanda kontraksi yang sebenarnya. Namun bila yang terjadi sebaliknya, maka perlu diwaspadai dalam waktu dekat proses persalinan akan dimulai.

Kontraksi juga dapat terjadi ketika berhubungan suami istri. Oleh karenanya, konsultasikan dengan dokter bagaimana cara yang aman untuk berhubungan dan apakah kondisi kehamilan memungkinkan untuk itu. Sebab pada beberapa kondisi kehamilan, ibu hamil diminta untuk tidak melakukan hubungan suami istri dalam kurun waktu tertentu hingga kondisi kehamilan memungkinkan untuk itu serta tidak terjadi sakit perut hamil 8 bulan kembali. Seperti ketika ditemukan adanya komplikasi dan resiko bayi lahir prematur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *