Pesona Bukit Jeddih Bangkalan Jadi Destinasi Baru di Madura

    Home / News / Pesona Bukit Jeddih Bangkalan Jadi Destinasi Baru di Madura

Pesona Bukit Jeddih Bangkalan Jadi Destinasi Baru di Madura

0

Screenshot_31

REPUBLIKA. CO. ID, BANGKALAN — Wisata Bukit Jeddih, yang terdapat di Desa Jeddih, Kecamatan Socah, Bangkalan Madura, semakin memesona. Tempat wisata yang disebut sisa tambang kapur ini, saat ini jadi sudah berbenah diri sampai disukai wisatawan dalam serta luar negeri.

Bukit kapur itu awalannya yaitu tempat penambangan batu kapur. Bahkan juga hingga sekarang ini ada banyak warga yang aktif menambang. Tetapi karna keindahan alamnya tempat itu pada akhirnya dialihfungsikan sebagai tempat wisata untuk umum. Warga yang menginginkan nikmati keindahan alam dapat datang setiap saat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya lewat siaran persnya, Selasa (16/5), mengatakan ketentuan Pemda (Pemerintah Daerah) untuk merubah Bukit Jeddih jadi destinasi wisata itu telah benar. Sebab menurut dia keindahan alam mesti dilestarikan. Sesaat aktivitas penambangan condong mengekaploitasi sumber daya alam serta mineral yang terdapat di dalamnya.

” Tersebut bedanya pariwisata. Kami berpedoman memahami, makin dilestarikan, makin mensejahterakan, ” tutur Arief.

Kementerian Pariwisata menurut Arief mempunyai sustainable tourism observatori (STO) yang dipantau segera oleh United Nation World Tourism Organization (UNWTO), instansi PBB yang beroperasi di sektor pariwisata. Indonesia menurut dia mempunyai tiga STO, yaitu Pangandaran, Yogyakarta serta Mataram-Lombok. Ada dua lagi lokasi yang tengah diusulkan Kemenpar menurut Arief.

Ada diatas bukit, di Jeddih, Bangkalan, pengunjung seakan-akan ada di padang savana. Sebab, disana tidak sering didapati pohon ataupun pemukiman warga. Object wisata itu telah dikelola dengan baik. Disana telah ada sarana berbentuk kolam pemandian.

Akses menuju tempat juga begitu gampang. Dari pusat Kota Bangkalan cuma membutuhkan saat 15 menit memakai kendaraan bermotor. Sesaat dari Surabaya cuma 1, 5 jam lewat Suramadu.

” Bila masih tetap dibawah dua jam masih tetap dapat diperkembang destinasinya, ini durasi yang direkomendasikan juga oleh UNWTO, ” kata Bekas Dirut PT Telkom ini.

Pengelola Wisata Kolam Jaddih, Imam Sujono (37 th.) mengatakan, pengunjung semakin banyak datang dari luar Madura. Wisatawan mancanegara juga kerap datang ke Bukit Jaddih. Menurut Imam, wisatawan asing umumnya bertandang waktu akhir minggu atau libur panjang. Sesaat pada hari umum, pengunjung semakin banyak masyarakat lokal Madura.

”Warga Bangkalan sendiri tidak sering datang kesini, ” tuturnya.

Diluar itu, wisata Kolam Bukit Jeddih juga kerap jadikan tempat melakukan beragam aktivitas. Hal semacam itu sebagai usaha supaya Bukit Jeddih makin popular. Imam mengatakan obyek wisata ini seperti yang dipunyai Bali, yakni obyek wisata sisa galian atau penambangan.

Pengunjung tidak cuma dapat nikmati kolam yang airnya di ambil dari sumber di tempat itu. Pengunjung dapat juga nikmati panorama satu diantara bukit paling tinggi di Kota Bangkalan. ”Banyak orang yang penasaran pada tempat ini, ” katanya.

Untuk dapat masuk ke wisata kolam, pengunjung mesti membayar Rp 7. 500 per orang pada hari umum serta Rp 10 ribu pada hari libur. Sesaat ingindara motor yang berboncengan mesti merogoh kocek Rp 20 ribu pada akhir minggu serta Rp 15 ribu pada hari umum. Karcis untuk mobil Rp 30. 000 pada akhir minggu serta Rp 25. 000 pada hari umum.

”Mobil itu penumpangnya dihitung per orang, ” tutur Imam.

Bila pontensi wisata Bangkalan dikelola dengan serius dapat jadi pemasukan pendapatan baru untuk Bangkalan. Data dinas kebudayaan serta pariwisata (disbudpar) tunjukkan pada 2015 terdaftar 1. 777. 251 wisatawan ke Kota Salak itu. Tetapi pada 2016, cuma 1. 694. 092 pengunjung atau terpaut 83. 159.

Data wisatawan ini berdasar pada jumlah kunjungan di 14 tempat wisata alam, budaya, serta religi. Kepala Disbudpar Bangkalan Lily Setiawaty Mukti mengakui sudah bekerja sama juga dengan agen perjalanan luar negeri. Kerja sama itu untuk kembali menarik ketertarikan wisatawan asing.

”Kami selenggarakan pertemuan dengan beberapa agen perjalanan luar negeri. Sekitaran 20 negara. Kami paparkan semuanya potensi. Kami promosikan, ” tutur Lily yang juga merencanakan tingkatkan promosi wisata alam.

Gagasan pengembangan ini menurut dia bakal berjalan bertahap. Promosi pada th. ini diinginkan bakal mendongkrak pengunjung pada 2018. Tidak cuma wisata religi, Bangkalan juga memiliki komitmen meningkatkan bidang wisata yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *