Menjadi orang tua yang bijak menggunakan teknologi

    Home / Lifestyle / Menjadi orang tua yang bijak menggunakan teknologi

Menjadi orang tua yang bijak menggunakan teknologi

0

Menjadi orang tua yang bijak menggunakan teknologiUmur anak adalah umur emas di mana anak bakal memperoleh pengetahuan awal mengenai segalanya dalam kehidupan. Pengetahuan yang ia dapatkan dapat dari sekitar lingkungan, dari pengalamannya sendiri, serta pastinya dari orang tuanya sebagai lingkungan yang paling dekat dengannya.

 

Tiap-tiap th. perubahannya, anak bakal alami beragam jenis pengalaman yang tidak sama. Orangtua dituntut untuk selalu dapat memberi pendidikan supaya perkembangan serta perubahan anak bisa jalan dengan cara maksimal. Orangtua yang baik bakal memisah serta pilih hal apa sajakah yang baik atau jelek untuk anak-anaknya. Misalnya saja yaitu pemakaian product tehnologi.

 

Kita tak dapat menampik bakal perubahan tehnologi yang selalu masif ini. Beragam jenis product tehnologi dari sebatas dipakai untuk beberapa suka atau bahkam untuk merampungkan pekerjaan-pekerjaan besar sudah ada di kanan-kiri kita. Hidup di zaman saat ini rasa-rasanya susah bila mesti terpisah dari tehnologi.

Satu diantara product tehnologi moderen yang saat ini tengah digemari oleh semuanya kelompok yaitu gadgetyang berbentuk smartphone (telephone pandai). Nyaris tiap-tiap orang mempunyai product ini, smartphone yaitu satu diantara ciri serta style yang tunjukkan kalau seorang itu sudah kekinian.

 

Asumsi atau image yang telah terlanjur menempel di orang-orang ini lalu sudah jadi sejenis nilai baru untuk kehidupan. Oleh karenanya beberapa orang berlomba berusaha keras cuma untuk beli product tehnologi ini, yang kadang-kadang mereka beli bukanlah atas basic keperluan, tetapi cuma lantaran aspek gengsi menginginkan sama dengan beberapa orang di sekelilingnya.

 

Satu hal yang butuh di perhatikan orangtua dalam mendidik anak yaitu apakah product tehnologi yang mereka miliki itu bisa memberi faedah untuk tumbuh kembangnya pribadi anak, atau malah menghalangi atau jadi penyebab permasalahan untuk tumbuh serta kembanganya anak.

 

Kecemasan efek negatif ini sesungguhnya telah lama nampak di mata pemerhati psikologi anak. Fenomena orangtua yang lebih konsentrasi pada gadgetnya dari pada anaknya yaitu satu contoh kecil saja. Saat kita temukan keasyikan bermain gadget, kerapkali kita meremehkan beberapa hal di sekitaran kita lantaran sangat konsentrasi pada apa yang dikerjakan dalam gadgetnya. Bila telah sekian, siap-siap saja anak bakal protes.

Masalahnya yaitu bentuk memprotes anak belum pasti berbentuk memprotes verbal berbentuk kritik atau pembicaraan. Mungkin saja anak yang terasa kurang perhatian atau terlewatkan oleh orang tuanya yang bermain gawai, ia bakal lakukan kegiatan untuk mengalihkan perhatian ke beberapa hal lain. Bila kegiatan itu berbentuk hal positif untuk anak pastinya bakal membawa efek kebaikan. Tetapi bila kegiatan pengalihan perhatian ini berbentuk hal negatif yang condong ke arah destruktif, jadi pastinya hal semacam ini bakal beresiko jelek untuk anak tersebut.

 

Banyak hal yang dapat anda kerjakan, supaya kesenangan orangtua pada tehnologi tidaklah sampai mengganggu jalinan baik orangtua serta anak, hingga anak tetaplah bisa tumbuh serta berkembang dengan cara maksimal.

 

1) Mengatur saat serta tempat

 

Kapan serta di mana orangtua bakal terhubung gadgetnya supaya punya pengaruh segera pada anak. Orangtua yang bijak bakal ikhlas tak terhubung gadget sembari mengasuh anaknya. Namun lebih pilih saat serta tempat yg tidak kurangi kenyamanan kebersamaan berbarengan anak. Walau hal semacam ini mungkin saja agak sangat sulit dikerjakan untuk yang telah kecanduan gadget, namun masihlah begitu mungkin saja untuk dikerjakan. Awalilah membiasakan diri dengan cuma saat lakukan atifitas utama seperti terima panggilan atau membalas sms saja yang dikerjakanketika tengah berbarengan anak. Tengah kegiatan yang lain seperti terhubung sosial media, bermain game sebisa-bisanya janganlah dikerjakan saat berbarengan anak.

 

2) Lakukan memohon ijin

Saat orangtua tengah berbarengan anak, lalu ada hal yang perlu dikerjakan dengan gadgetnya umpamanya seperti terima panggilan telephone, jadi memohon ijin terlebih dulu pada anak yaitu hal yang begitu baik untuk dikerjakan. Anak bakal berupaya terima serta mengerti kalau apa yang dikerjakan oleh orang tuanya itu yaitu hal yang begitu utama. Pastinya sesudah pekerjaan dengan gadgetnya itu usai, orangtua mesti selekasnya kembali membersamai anaknya.

 

3) Berupaya Menerangkan

Tehnologi untuk anak pasti bakal jadi barang yang bisa memancing rasa penasaran mereka. Saat anak lihat apa yang dikerjakan oleh orangtua nyatanya ayik serta mengasyikkan, jadi anak akan tertarik untuk lakukan hal yang sama. Anak yang gawat bakal selekasnya ajukan pertanyaan ” apa itu? “, tetapi sebagai orangtua yang bijak janganlah menanti anak ajukan pertanyaan untuk menerangkan suatu hal yang dikerjakan. Misalnya saat orangtua sangat terpaksa lakukan kegiatan dengan gawainya walau sebenarnya tengah berbarengan anak, jadi orangtua mesti selekasnya menerangkan tengah lakukan apa, faedahnya apa, serta mengapa mesti lakukan itu. Dengan langkah tersebut anak bakal mengerti kalau apa yang dikerjakan orangtua yaitu memanglah hal utama, bukan hanya beberapa hal hura-hura yang meremehkan haknya sebagai anak.

 

Orangtua memanglah dituntut untuk bijak dalam memakai tehnologi. Jangan pernah perubahan anak terganggu cuma lantaran orangtua repot dengan gadgetnya sendiri hingga malah meremehkan hak anak untuk tumbuh serta berkembang bersamanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *