18 Fakta dan Sejarah Mumi Hewan di Mesir

    Home / News / 18 Fakta dan Sejarah Mumi Hewan di Mesir

18 Fakta dan Sejarah Mumi Hewan di Mesir

0

Berikut ini adalah sejarah dan juga fakta mengenai mumi hewan di jaman mesir kuno.

Pada th. 1888, seseorang petani Mesir waktu menggali di pasir dekat Istabl Antar temukan beberapa besar mumi kucing kuno.

Tempat penemuan adalah sisi dari dua kuil yang sudah terkubur serta didedikasikan untuk dewi perang Mesir kuno, Pakhet, yang digambarkan serupa singa betina.

Orang Mesir kuno yakin pada kehidupan abadi sesudah kematian hingga lakukan prosesi untuk menyiapkan serta membekali orang mati untuk hidup di akhirat.

Lantaran mumifikasi adalah sistem yang mahal, cuma kelas atas serta kelompok bangsawan yang dapat mengerjakannya.

Dalam dunia fisik, hewan adalah sumber paling utama makanan, sedang untuk bertahan hidup di alam roh, seorang bakal dinilai bagaimana dia memperlakukan hewan sepanjang hidupnya.

Lantaran orang Mesir kuno yakin pada akhirat, hewan peliharaan yang paling disayangi mereka juga alami sistem mumifikasi untuk temani pemiliknya dalam kehidupan setelah itu.

Terkadang, hewan spesifik alami sistem mumi untuk dipersembahkan pada dewa spesifik.

Kenyataan Mumi Hewan Mesir Kuno

1. Hewan memperoleh tempat penting dalam orang-orang Mesir kuno. Hewan peliharaan ikut di buat mumi untuk temani pemiliknya di alam akhirat.

Kucing, anjing, monyet, gazelle (semacam rusa), musang, serta burung-burung adalah hewan peliharaan umum di Mesir kuno.

2. Orang Mesir kuno yakin jiwa hewan yang dimumi bakal hidup kekal selama-lamanya.

Satu contoh populer dari mumifikasi hewan peliharaan yaitu punya Ratu Makare dari Thebes. Dia mempunyai mumi seekor monyet dewasa (Chlorocebus aethiops) di sarkofagusnya.

Saat arkeolog temukan makamnya, mereka lihat satu bungkusan mumi kecil dekat kaki Ratu Makare.

Awal mulanya bungkusan ini dikira mumi anak kecil, namun analisis sinar-X yang dikerjakan pada th. 1968 menunjukkan kalau mumi itu adalah seekor monyet dewasa.

3. Orang Mesir kuno menyembah banyak dewa, keyakinan yang dimaksud politeisme.

Beberapa dewa kerap digambarkan sebagai mempunyai badan manusia dengan kepala hewan.

Seiring berjalannya waktu, dua type kultus diperkembang yang memastikan ketentuan penyembahan dewa.

Mereka dapat menyembah dewa lewat mumi hewan persembahan atau mungkin dengan pilih hewan totem, yang digambarkan sebagai dewa spesifik, namun hewan itu bakal dimumi ketika kematiannya.

4. Orang Mesir kuno juga memakai mumi hewan hingga si mati mempunyai akses pada makanan di akhirat.

Untuk membedakan hewan sebagai makanan dari hewan peliharaan, daging alami sistem dehidrasi serta ditutup perban linen.

5. Terkecuali memakai hewan sebagai makanan, sebagian item makanan yang lain juga disimpan didalam pendam seperti roti, unggas, dan lain-lain.

Bebek serta beragam daging yang lain diketemukan di makam Raja Tutankhamen.

6. Sebelumnya praktek tawarkan hewan mumi diawali, orang Mesir kuno memakai patung hewan perunggu.

Tetapi, bersamaan mumifikasi jadi alternatif yang lebih murah, beberapa orang pilih memakai hewan mumi.

7. Prasati hieroglif kuno mengungkap kalau mumi hewan dikira mewakili jiwa dewa yang tidak sama.

Oleh karenanya, mumi hewan yang dikorbankan memerankan sebagai seseorang utusan pada manusia serta dewa.

8. Beberapa ribu kucing mumi diketemukan oleh arkeolog di beberapa kuburan.

Kucing dikira sakral lantaran mewakili Bastet, dewi Mesir untuk musik serta pelindung wanita. Dewa Mesir kuno Ra juga digambarkan sebagai kucing.

Analisis X-ray pada mumi kucing mengungkap ada leher patah, yang tunjukkan kalau kucing dibiakkan cuma untuk dikorbankan lalu.

9. Sepanjang sistem mumifikasi, badan kucing dikeringkan untuk lalu berisi pasir, tanah, serta bahan yang lain.

Pola geometris kecil digambar pada badan mumi. Kucing dimumi dalam posisi duduk atau mungkin dengan anggota tubuh dilipat dekat dengan badan mereka.

10. Anak atau janin kucing juga dimumikan serta dimasukkan ke pada badan kucing dewasa yang mewakili ibu mereka.

Seiring berjalannya waktu, sistem mumifikasi jadi kurang detil. Banyak penemuan mengungkap beberapa besar mumi yang mempunyai sisi badan dengan cara acak.

11. Kultus banteng Apis (Apis bull) bisa dikilas balik kembali pada th. 1800 SM. Banteng Apis melambangkan kemampuan serta kesuburan.

Banteng ini dikira sebagai reinkarnasi dari dewa Ptah serta Osiris. Waktu masihlah hidup, banteng Apis di beri cukup makan serta diperlakukan dengan baik.

Banyak pendeta mempunyai pandangan kalau sapi jantan ini jadi media komunikasi pada dua dewa itu.

12. Saat banteng Apis mati, semua negeri bakal meratapi kematian mereka. Lantaran binatang ini demikian besar, sistem mumifikasi dapat mengonsumsi sistem begitu panjang.

Sesudah kematiannya, organ dalam banteng dihancurkan dengan pertolongan minyak spesifik.

Sesudah dikeringkan memakai garam natron, badannya lalu dibalut dengan linen.

Untuk memberi penampilan banteng, jadi diletakkan mata buatan serta kepala plester artistik.

13. Pada beragam peluang, badan banteng suci ini dipenuhi dengan beragam tulang serta pasir.

Legenda menyebutkan Firaun bakal melahap daging banteng suci sebagai fasilitas menjadikan satu kemampuan dewa kedalam diri mereka sendiri.

14. Dalam nama Thoth, dewa kebijaksanaan, kultus ibis mulai nampak beberapa besar sepanjang masa Ptolemaic serta Romawi.

Website arkeologi dari Saqqara diisi sekitaran 500. 000 mumi ibis. Pekuburan lain sepanjang saat itu di Tuna el-Gebel mempunyai sekitaran empat juta mumi ibis.

Kepala serta leher ibis ditekuk ke belakang serta ditekan ke arah badannya. Sesudah di celupkan dalam tar, badan ibis lalu dibungkus dengan kain linen untuk lalu disimpan dalam pot serta peti mati.

15. Orang Mesir kuno juga lakukan mumi pada ikan sebagai persembahan pada beragam dewa. Seperti semuanya hewan lain, mumi ikan juga dibungkus dengan linen.

Kadang-kadang lingkaran hitam dicat di kepala ikan untuk melukiskan mata mereka.

Banyak spesies ikan yang dimumi, tetapi lantaran keadaan mumi yang jelek, susah untuk memastikan sistem mumifikasi yang dikerjakan.

16. Ada juga mumi babun lantaran mewakili dewa Thoth. Hewan ini terlebih dibiakkan untuk dikurbankan.

Studi mumi mengungkap banyak dari babun mati lantaran kekurangan gizi, kekurangan vitamin D, serta alami patah tulang.

17. Kerap luwak (musang), tikus, anjing, serigala, burung, serta belut juga dimumi.

Mumi burung kerap diketemukan dalam wadah berupa makanan lantaran ditujukan dipakai sebagai makanan di akhirat.

18. Mumi hewan tertua diprediksikan datang dari sekitaran th. 2950 SM yang mencakup mumi singa, keledai, serta anjing. Mereka dikuburkan dengan raja dinasti pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *